PANDANGAN KRISTEN TENTANG PANCASILA

00711Pengantar
Pancasila lahir dari sebuah tantangan yang perlu dijawab. Ia dilahirkan dari kenyataan ketika bangsa ini menghadapi masalah yang amat mendesak dan menentukan, yaitu negara macam apa yang harus dibangun atau dibentuk supaya tetap bersatu akibat adanya kemajemukan suku, agama, ras dll. Dengan didasarkan pada kemajemukan tersebut bangsa Indonesia rentan terhadap perpecahan.
Kemajemukan bangsa Indonesia bukanlah berarti tidak melahirkan suatu konsep pandangan hidup bangsa, itu terwujud dengan lahirnya Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia. Dengan kata lain pancasila digunakan sebagai petunjuk hidup, pedoman hidup serta sebagai penujuk arah bagi semua aktifitas hidup masyarakat Indonesia dalam segala bidang.
Pancasila berfungsi sebagai cita-cita yang selalu diusahakan untuk dicapai oleh tiap-tiap manusia Indonesia sehingga diharapkan bisa terwujud. Oleh karena itu, yang mungkin dapat dikemukakan ialah bahwa pelaksanaan pancasila dalam hidup bermasyarakat tidak boleh bertentangan dengan norma agama maupun norma – norma yang telah ada didalam masyarakat.

Indonesia adalah negeri yang penuh dengan kontradiksi. Indonesia adalah negara islam terbesar di dunia, dalam arti mempunyai jumlah penduduk yang beragama islam terbanyak. Di sisi lain Indonesia pernah mempunyai partai komunis yang terkuat setelah Cina dan Rusia, dipihak lain di Indonesia terdapat banyak Gereja.
Namun Pancasila telah menjadi payung bagi kemajemukan bangsa Indonesia. Ia mempunyai daya tarik emosional tersendiri, Ia menjadi ideologi, juga sebagai pandangan hidup. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai-nilai yang digali dari budaya bangsa, yang mencerminkan sikap dan tingkah laku bangsa Indonesia.
Dari segi iman Kristen, kita dapat melihat ada hubungan yang cukup erat antara Pancasila dan Iman Kristen. Ini tercermin dari nilai- nilai yang dikandung dari keduanya. Kita percaya bahwa Tuhan yang mengutus agama Kristen ada di Indonesia dalam rangka pelaksanaan panggilan orang-orang percaya di segala tempat dan disepanjang masa untuk menjadi saksiNya.

Pancasila dalam Perpekstif Iman Kristen
Moralitas bagi kehidupan setiap individu ditentukan oleh agama, nilai – nilai budaya setempat juga ditentukan oleh keadaan suatu bangsa, dalam hal ini bangsa Indonesia, dimana Pancasila dengan falsafah dan pandangan hidupnya merupakan bagian yang penting dalam membentuk moralitas dan perilaku masyarakatnya.
Filsafat yang sejati haruslah berdasarkan pada agama, apabila filsafat tidak didasarkan pada agama dan hanya semata-mata berdasarkan akal pikir saja saja, maka filsafat tersebut tidak akan memuat kebenaran secara objektif, karena yang memberikan penerangan dan putusan adalah akal pikir, sedangkan kesanggupan akal pikir terbatas, sehingga filsafat yang berdasarkan pada akal pikir tidak akan sanggup memberi kepuasan bagi manusia.
Dalam Roma 13:1-2, disebutkan bahwa tiap – tiap orang harus tunduk kepada pemerintah yang diatasnya, sebab tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah;dan pemerintah– pemerintah yang ada ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa yang melawan pemrintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya akan mendatangkan hukuman atas dirinya.
Umat Kristen kita harus meyakini dan melakukannya dengan penuh tanggungjawab, hal ini bukan berarti kita menyerahkan diri kepada negara tetapi kita menyerahkan diri kepada Iman kita, yang mengajarkan kita untuk menjadi warga negara yang baik. Sebagai warga negara, maka gereja sadar bahwa agama Kristen bukanlah negara tetapi merupakan bagian dari negara, dimana agama Kristen turut untuk menegakkan keadilan dan kebenaran.
Iman Kristen tidak mewajibkan orang-orang Kristen untuk membangun negara Kristen melainkan mengajarkan umatnya untuk bersama – sama dengan masyarakat Indonesia lainnya untuk membangun bangsa ini. Iman Kristen dengan Pancasila tidak dapat di campuradukan. Karena masing – masing mempunyai falsafah tersendiri, namun di dalam Pancasila terkandung nilai – nilai Iman Kristen.
Dalam terang pengakuan dan kepercayaan itulah, kita sebagai umat Kristen berpartisipasi sepenuhnya dalam usaha bangsa dan negara kita untuk melanjutkan pembangunan nasional sebagai pengamalan dari sila-sila Pancasila.
Dengan demikian baik itu nilai-nilai Pancasila yang sangat diyakini kebenarannya, maupun nilai- nilai Kristiani yang menjadi dasar untuk berperilaku dan bertindak dalam penerapannya tergantung pada masing-masing individu, apakah mau melakukannya atau tidak.

Penutup
Pancasila adalah jiwa, pandangan hidup serta falsafah hidup bangsa Indonesia. Sikap mental , tingkah laku bangsa Indonesia mempunyai ciri khas, artinya dapat dibedakan dengan bangsa lain. Ciri inilah yang dimaksudkan dengan kepribadian. Kepribadian bangsa Indonesia adalah Pancasila.
Umat Kristen dalam iman yang diyakininya mempunyai peran yang sangat penting dalam pembentukan moral bangsa karena apa yang dijabarkan oleh Pancasila mengenai nilai-nilai hidup, tercermin dalam Iman Kristen.
Dengan demikian Iman Kristen harus menjadi pedoman bagi warga gereja dalam mengamalkan Pancasila.

Oleh
Yowelna Tarumasely/L, S.pd
Dosen STAKPN Ambon